Wonogiri, HMJ Dharmaduta – Perdagangan di Pasar Wonogiri kini kembali normal seusai kebakaran yang melanda pada Senin, 6 Oktober 2025. Kebakaran besar yang mengakibatkan kehangusan barang, kehancuran sebagian besar bangunan dan kios, serta menimbukan kelumpuhan total terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Wonogiri ini membawa duka yang mendalam bagi para pedagang. Namun untuk mengatasi dampaknya, Bupati Wonogiri menetapkan pembangunan pasar darurat di sekitar area Pasar Wonogiri.

Seorang pedagang memindahkan barang dagangan dari truk untuk dijual kembali di tenda sementara yang sudah dibangun (Foto: Dokumenasi Pribadi/Nadia Rahmadhani)
Para pedagang melanjutkan kegiatan jual beli harian, termasuk menjajakan sayuran, pakaian, makanan, dan barang kebutuhan sehari-hari. Mereka kembali melayani pelanggan setelah kebakaran yang sempat melanda tiga pekan lalu. Selain sibuk melayani pelanggan, mereka juga sibuk menata dagangan serta menawarkan barang dagangannya dengan suara lentangnya. Aktivitas jual beli kini mulai normal kembali setelah mereka membangun tenda darurat, salah satunya di Los bumbon Bu Riyadi yang kembali ramai pembeli.

Aktivitas jual beli di Los Bumbon Bu Riyadi kembali normal meski berdiri dipinggir jalan. (Foto: Dokumentasi Pribadi/Nadia Rahmadhani)
Ratusan pedagang yang biasa beroperasi di Pasar Wonogiri, termasuk pedagang kecil dan pedagang besar saat ini telah mendapat dukungan dari Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, yang akan mengkawal sampai ke kementrian perdagangan agar menjadi prioritas untuk melakukan pembangunan kembali, dan bantuan pasar darurat agar perekonomi masyarakat tetap bergerak sambil menunggu proses recovery (pemulihan) kembali Pasar Wonogiri.
Saat ini, pasar darurat bagi para pedagang masih dalam proses pembangunan. Pasar darurat ini dibangun tidak jauh dari lokasi Pasar Wonogiri yang terbakar, tepatnya di Jl.Dr.Cipto, Jl.Pelem I, Jl. Pelem II, Jl. Pelem III dan area selatan Stasiun Wonogiri, terminal angkutan dan terminal transjateng. Pasar ini terdiri dari tenda-tenda darurat dan kios sementara yang dibangun di area sementara.
Para pedagang melakukan aktifitas jual beli kembali untuk menghindari kerugian ekonomi total akibat kebakaran, yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Dengan berjualan di pasar darurat, mereka dapat terus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan mencegah kemiskinan sementara. Harapan besar para pedagang, pasar segera dibangun kembali dan mereka memperoleh bantuan modal.
Berbekal semangat pantang menyerah, pedagang Pasar Wonogiri menghadapi kenyataan pascakebakaran dengan berjualan di lapak darurat di pinggir jalan dengan area terbuka, menjajakan dagangan mereka di bawah tenda darurat sambil menunggu perbaikan bangunan utama, meskipun menghadapi tantangan cuaca dan kerugian stok.
Dengan adanya pasar darurat ini, aktivitas pedagang Pasar Wonogiri telah kembali normal, menunjukkan ketangguhan komunitas lokal. Para pedagang berharap pasar permanen dapat segera dibangun untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
(Sumber: Informasi dari wawancara dengan pedagang setempat)

